Home / Feature / Hendak Mengadu Nasib Berbekal Pengalaman Menjahit, Namun Nasib Berkata Lain

Hendak Mengadu Nasib Berbekal Pengalaman Menjahit, Namun Nasib Berkata Lain

CakraBengkuluNews.com – Sungguh malang nasib Isnaini anak dari Ibu Sri Wahyuni, gadis berparas cantik ini terpaksa hanya bisa berdiam diri di rumah kontrakan bersama ibu dan adiknya. Sekarang tangan dan kakinya pada bagian sebelah kanan mengalami kelumpuhan.

Pengen sekali ia berobat, namun karena keterbatasan biaya, ia hanya bisa pasrah mengharapkan datangnya keajaiban kesembuhan dari Sang Maha Pencipta.

Ibunya Isnaini (Sri Wahyuni) adalah seorang janda ditinggal mati oleh suaminya. “Suami saya dulu penyelam mencari ikan, beliau menyelam pakai kompresor, karena terlalu dalam menyelamnya ia meninggal,” tutur ibu Sri.

Setelah suaminya meninggal, ia berjuang sendiri menghidupi 3 orang anaknya dari hasil berjualan sayur keliling.

Isnaini adalah anak nomor dua dari tiga bersaudara, ketika usai menamatkan sekolah jenjang SLTA, ia berniat mengadu nasib di Pulau Jawa dengan keterampilan menjahit.

Pada awal tahun 2022 ia tiba di Pulau Jawa, ia melengkapi persyaratan untuk melamar pekerjaan, salah satu syaratnya adalah kartu vaksin, untuk itu ia ia melakukan vaksin.

Dua hari setelah vaksin, tangan isnaini terasa kebas, tiga bulan kemudian kondisinya semakin parah, tangan dan kakinya sebelah kanan sangat sulit digerakkan.

Informasi ini didengar oleh kader DPD PAN Kota Bengkulu, Jaya Rachmad, dan melaporkannya kepada Bendahara DPD PAN Kota Bengkulu, Fauzi Hasan.

Ketua DPD PAN Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain melalui Fauzi hasan dan Jaya Rachmad bergerak menuju rumah Isnaini.

Sebelumnya mereka sudah berkoordinasi kepada pihak Kelurahan Betungan, Puskesmas Betungan dan LPM Betungan.

Tiba di rumah Kontrakan Ibunya Isnaini, mereka disambut dengan penuh harapan,

Saat itulah Fauzi Hasan memberikan suport menyemangati Isnaini, iya meyakinkan bahwah Isnaini akan sembuh.

“Saya Fauzi Hasan Bendahara DPD PAN Kota Bengkulu sengaja datang kesini, saya diutus oleh Ketua DPD PAN Kota Bengkulu Teuku Zulkarnain, yang pertama beliau menyampaikan salam dan permohonan maaf karena tidak bisa hadir disini,” ungkap Fauzi.

“Ini ada pak Lurah Betungan, Kepala Puskesmas Betungan, dan juga Ketua LPM Betungan, kami datang kesini berniat baik untuk membantu Isnaini berobat,” lanjutnya.

Mereka merencanakan membawa berobat ke Rumah Sakit Harapan dan Doa Kota Bengkulu untuk dilakukan pemeriksaan.

Ini juga program Pemerintah Kota Bengkulu, Walikota Bengkulu H. Helmi Hasan juga saat ini menjabat sebagai Ketua DPW Provinsi Bengkulu terus berpesan agar kita peduli terhadap warga sekitar.

“Beliau juga selalu berpesan kepada kami seluruh Kader PAN, agar peduli terhadap masyarakat, tetangga, dan selalu bereaksi cepat bagi masyarakat membutuhkan pertolongan,” tutup Fauzi Hasan.

Isnaini menuturkan, ia pernah coba berobat alternatif dengan cara diurut, namun bukannya membaik, malah kondisinya semakin parah.

Menurut cerita tetangga, Isnaini belakangan ini sering terlihat sedih, seakan merenungkan nasib dirinya yang tidak berbuat apa-apa.

Rumah kontrakan ibunya Isnaini di belakang Kantor Lurah Betungan, tepat nya di Jalan Air Sebelat 4 nomor: 383 RT 02, RW 005 Kelurahan Betungan.

Baca Juga

Jangan Samakan Aktivitas Anak Dengan Orang Dewasa

Oleh: Kusmito Gunawan (Ketua Fraksi PAN DPRD Kota Bengkulu) Saya merasa sedih dan kecewa, jika …